Showing posts with label thoughts. Show all posts
Showing posts with label thoughts. Show all posts

Sunday, January 5, 2014

#2


7000 feet up in the air and what I wanted to do mostly is just reach out to you, I don't know what you've done to me but it seems like everywhere I go all I see is you. Your touch, your smell, your face, it lingers within me. I can't runaway from you, I can't shut myself away from you. Because there's a little me inside of you, and a part of you deep inside of me.


We've broken through each other's barrier, and well you have reached my most vulnerable spot.

In your eyes I feel nude
like a baby only a few seconds old

clean;
free from sin
from the filthiness of this world
from the emptiness of this horrid life

I've dumped all my most darkest secrets and memories in your face and still, you're there for me.

all of the things I've told you are things I couldn't even bare to admit to myself, yet you're still there for me.

you didnt judge me or ran off
you stayed with me

like through those hard cold nights when we would stay up till the AM and just talk the hours away

I never thought I would find someone like you in all these years

and here you are





only 7000 feet bellow me and a simple touch away

#1

I never knew missing someone would consume me this much, I guess when you found the right person to waste your time thinking about then everything just follows


I have always restrained myself in love and even set up boundaries for myself. Of course there are times when I desperately wanted to fall in love but waiting for that perfect someone does make you a lil bit more patient.

and when you finally found that perfect someone, everything just falls into place.


"finally," you say to yourself.

but then what do you do when time is the only thing left on your list thats still not quite right?


timing is everything.


time is human's greatest enemy,
it builds restrictions for us.
yet, we humans are the ones who invented time.


I don't care whether it'll take more than a little time for me to be with you. All I know for sure is, I want you.

only you



and if that means I have to wait then I will


I would do anything for you, I wish you knew that. And I wanna be that light in your life, I want to help you see what this beautiful world has to offer you.




I want to be yours

Wednesday, December 25, 2013

okasama;

If there’s one thing I loathe more than myself is the fact love exist.
How is this feeling even here in my life for I have never even felt warmth around my very own mother?
I can no longer tell when she’s proud of me or even when she loves me for who I am.
She always speculates all these bizarre things about me, and because of that I couldn’t even learn to love myself.
How hard it is to even look at yourself in the mirror and not believe in who you are because your very own mother yanked out your beating heart.
She’s perfect but is perfection really what’s essential?
You know the saying; the quest for money is a hollow journey.
But then again, maybe love is important after all.
How can you begin to love another being, if you don’t even love yourself?



16 December 2013

Saturday, May 18, 2013

The You?niverse


Here I lay helplessly as I try to count the stars sparkling with such grace on a melodramatic sky. Have you ever wondered who sprinkled them there? Or do they just come out of nowhere?



And as for tonight there's this one star that just couldn't stop grabbing my attention. It's bright and it looks like as if it's not too far from here. But truthfully it's a few light-years away from the tip of my forehead. And I feel like I could reach that star and tug it under my pillow, give it warmth that lacks in the outer space.

Then again its years from where I stand.





Funny how empty space could make us think that things that supposedly lay thousands of miles from us is just standing bare on top of our heads.
Maybe it's the way we view things, that humans tend to simplify and choose to ignore the complicated facts behind just about everything.
                                                         
But, then again I could be wrong.




I've always wondered what it feels like to live billions of light-years away from something or, someone; how such a tremendous space exists.
It is though, the real distance of where we live to planets out there that we haven’t discovered yet. Imagine knowing someone who lives that far.

But then again, we don't seem to know a lot about people in neighboring countries or even our very own neighbor who lives right across the street.





Well, how about you? How many years do you stand from this very moment? How many more years will it take to finally meet the love of my life?             
I know this seems silly and I'm shouting into the darkness here. 
But I really do want to know, 
I really do. 

Sunday, May 12, 2013

Recent Thoughts

"I'm not sad, I’m happy. I feel like I’m happy because I’m at peace with the way that things are... I did have a darker filter on sometimes, but that slowly lifted through doing a lot of different things. And finding true love is something that really did inspire me, lyrically. Because I felt so much the same for so much of my life and then when you find someone exciting, you don’t know that you could actually feel differently than you did before. I was inspired"
-Lana Del Rey
You inspired me Lizzy

Sunday, April 21, 2013

Hilang


Hilang
Sebuah cerpen oleh Nabilla Utami

Gelap.
Semua terasa gelap.
Tidak telihat warna atau bahkan setitik cahaya pun.
Suara hembusan nafas pun tak ku dengar.
Hanya ada suara seperti pisau sedang beradu dengan garpu di atas piring.
Di pusat ruang dingin ini aku berbaring.


Aku tidak ingat bagaimana aku bisa berada di sini. Apa yang kulakukan, atau apa yang telah terjadi padaku. Mungkin, namaku saja telah kulupakan. Hanya ada beberapa potongan suatu kejadian yang sekarang mengambang di kepalaku. Berusaha mengingat kembali itu semua, luar biasa susahnya. Belum lagi sakit kepala yang sungguh tiada tara. Bagai berusaha bernostalgia di kala kau amnesia.

Namun aku merasa bahwa aku telah mengalami ini sebelumnya. Rasa ini, kegelapan ini, dingin ini, bahkan hilangnya ingatanku pun sudah tidak asing lagi. Namun siapakah aku untuk membuat kesimpulan, sedangkan aku pun tidak ingat namaku sendiri?

Hanyalah sebuah sentuhan yang kuingat betul. Bukan seperti sentuhan secara fisik tetapi, lebih ke jiwa. Ada sesuatu yang telah menyentuh jiwaku begitu dalam, sehingga perasaan ini tak bisa kulupakan. Suatu benda mungkinkah? Apa seseorang? Siapakah yang telah datang ke hidupku ini dan membuatku merasa seperti ini?

Siapakah orang itu? Apakah dia yang selalu datang di mimpi – mimpiku ini? Dia yang menyebut namaku begitu indahnya, sedangkan aku pun lupa siapa namaku. Dia yang memberiku kehangatan sekaligus rasa takut akan kehilangan dirinya. Dia yang mengenalkanku kepada dunia yang penuh dengan kebahagiaan. Dia dengan sentuhannya itu.

Apa mungkin semua ini bukanlah mimpi namun merupakan bagian dari ingatanku? Tapi, jika pun ini merupakan hidup ku sebelumnya, mengapa ingatanku samar – samar tentang apa yang terjadi pada dirinya? Kemanakah lelaki itu pergi menghilang membawa cintaku begitu saja? Apakah dia tidak kasihan dengan diriku yang sekarang melarat dalam kebingungan?

Aku sangat ingin tahu apa yang terjadi padanya, dan kenapa ingatanku akan dia hanya sampai situ saja? Mengapa tidak ada lanjutan dari kisah kita?


Apa mungkin..


Tidak.



Bukan.


Tidak mungkin itu dia




Itu….. hanyalah sebuah mimpi buruk

Atau…



“AAAAAAA”
“Dok dia telah sadar kembali,” kata sebuah suara di balik warna putih itu.


Aku pun terbangun, dan menyadari bahwa aku sedang berbaring diatas kasur yang nampaknya seperti di dalam ruangan rumah sakit. Dua pria dengan jas panjang berwarna putih, dan sebuah alat yang menggantung pada pundaknya, berjalan perlahan ke arahku.

“Tenangkan dirimu, kau akan baik – baik saja kok,” sahut salah satu dari mereka.


Aku berusaha untuk melihat sekelilingku, berharap ada satu/dua hal yang dapat mengingatkanku kembali. Aku melihat tangan kiriku dililit perban, dan tangan kananku penuh dengan luka kecil.

“Apa yang telah kulakukan?” pikirku.


Lalu, aku menyadari bahwa di samping tempat tidurku ada sebuah ranjang lagi dan disana terbaring tubuh seorang lelaki. Layar yang menandakan berakhir sudah atau belum kehidupannya, hanya bergaris lurus. Nyawa tubuh lelaki itu telah tiada.

“Siapa dia?” tanyaku pada pria berjas putih panjang ini.
“Kau tidak usah mengkhawatirkan dia, lupakan saja.”
“Iya, kau tidur saja kembali,” tambah salah satunya yang sekarang sedang memberiku semacam bius.

“Tapi, aku ingin tahu apa yang terjadi pada diri dia! Diriku! Tanganku! Semuanya! Mengapa aku bisa disini?? Dan siapakah kalian?!?!”
“Sudah, sudah. Lupakan saja semua. Semakin kau lupa, semakin hilang rasa sakitnya.”

Aku mulai merasakan bius itu berjalan cepat ke sekujur tubuhku.
“Coba tenangkan saja dirimu, lalu tidurlah kembali. Esok hari kau bangun, sudah hilang semua rasa sakit ini.”
“Iya, jangan sakiti diri kamu lagi ya.”
“Tuh dengar apa kata rekanku, biarkan saja kematian sendiri dengan urusannya. Tak usah kau ikut campur. Satu nyawa tak perlu disusul dengan satu lagi.”

Kematian.

Sekarang aku ingat semuanya. Bagaimana aku bisa berada disini, dan alasan mengapa ini semua sudah tidak asing lagi bagiku. Aku telah terbangun seperti ini beberapa kali sebelumnya dan aku selalu melihat lelaki itu berbaring di ranjang sampingku. Aku tahu dia siapa, dan aku tahu mengapa kita berada disini. Aku tahu bahwa lelaki disampingku ini meninggal akibat dari kecelakaan mobil yang dialaminya karena disaat itu ia sedang mengemudi sambil bertengkar dengan kekasihnya melalui telepon.

Setelah kecelakaan terjadi ambulans langsung membawa lelaki ini ke UGD terdekat, dan tak lama kemudian kekasihnya datang dengan air mata yang telah menggenangi setengah wajahnya. Penuh dengan rasa penyesalan dan kesedihan melihat lelaki yang ia cintai hendak menghembuskan nafas terakhirnya, perempuan ini mengambil benda tertajam yang bisa dia raih dan mulai mencelakai dirinya sendiri. Berharap dapat menyusul kekasihnya yang terbaring tak berdaya.

“Siapakah dia”
Aku bertanya.
“Siapakah diriku”
Engkau mungkin ingin tahu.

Tapi, apa yang semestinya kulakukan? Cinta bukankah dibawa sampai mati?


Lalu, obat bius itu mematikan seluruh tubuhku.