Showing posts with label poetry. Show all posts
Showing posts with label poetry. Show all posts
Saturday, May 25, 2013
Dreamers by Ted Hughes
Sunday, March 3, 2013
Romansa di Tengah Hutan Belantara
Pagi datang dan bulan bersembunyi
Matahari terbangun dari dengkurannya
Lalu mengusap langit dengan kilauan fajar
Para manusia pun hidup kembali
Sebuah hutan di tengah kota
Sebuah hutan di antara kita
Apa yang telah memisahkan cinta?
Waktu? Jarak? Atau manusia?
Tragedi puitis dihanyutkan oleh masa
"Ini adalah sebuah romansa di tengah hutan belantara"
Begitu sahut mereka
Sekian ribu hari berlalu
Matahari dan bulan silih berganti menjamu bumi
Tiada yang tetap untuk selamanya
Tiada dusta yang akan berlangsung lama
"Ini adalah sebuah romansa di tengah hutan belantara"
Begitu sahut mereka
"Ini adalah sebuah distorsi cinta"
Begitu tersiksanya kita
- Nabilla Utami
20 Februari 2013
Matahari terbangun dari dengkurannya
Lalu mengusap langit dengan kilauan fajar
Para manusia pun hidup kembali
Sebuah hutan di tengah kota
Sebuah hutan di antara kita
Apa yang telah memisahkan cinta?
Waktu? Jarak? Atau manusia?
Tragedi puitis dihanyutkan oleh masa
"Ini adalah sebuah romansa di tengah hutan belantara"
Begitu sahut mereka
Sekian ribu hari berlalu
Matahari dan bulan silih berganti menjamu bumi
Tiada yang tetap untuk selamanya
Tiada dusta yang akan berlangsung lama
"Ini adalah sebuah romansa di tengah hutan belantara"
Begitu sahut mereka
"Ini adalah sebuah distorsi cinta"
Begitu tersiksanya kita
- Nabilla Utami
20 Februari 2013
Friday, November 30, 2012
Rakyat Jelata
"Dimana letak kehidupan itu berada?"
Telah lama mereka mencarinya
Telah beredar lama ucapan tentang harta
Namun hingga saat ini yang ada hanyalah harapan hampa
Mereka terdiam
Mereka kecewa
Mereka marah
Namun mereka tak bisa berbuat apa
Mereka hanyalah rakyat jelata
Seperti kita semua
Selalu diperlakukan semena - mena
Siapa yang peduli terhadap kita?
November 2012
Telah lama mereka mencarinya
Telah beredar lama ucapan tentang harta
Namun hingga saat ini yang ada hanyalah harapan hampa
Mereka terdiam
Mereka kecewa
Mereka marah
Namun mereka tak bisa berbuat apa
Mereka hanyalah rakyat jelata
Seperti kita semua
Selalu diperlakukan semena - mena
Siapa yang peduli terhadap kita?
November 2012
Thursday, August 23, 2012
Sebuah Cita - Cita
Aku punya sebuah ambisi
Sebuah cita cita
Sebuah mimpi
Kau mungkin berkata "dirimu gila!"
Jika kau tau apa maksud ku
Tampak nya tiada batas untuk meraih sebuah mimpi
Namun mengapa ada hambatan sana sini?
Entah tidak disetujui oleh orang tua
Atau dianggap konyol dan buang buang harta
Kau bilang aku harus bisa berkarya
Namun kau anggap hasil ku sia sia
Kau bilang ini hidup ku
Namun kenapa aku harus jalani mau mu?
Aku tahu maksud mu ingin menjaga ku
Aku tahu kau ingin yang terbaik untuk ku
Tapi apakah salah jika aku ingin mengejar mimpi gila ku?
Aku ingin kau percaya pada ku
Aku ingin kau mendukung segala langkah ku
Aku ingin kau yakini diri ku dan diri mu sendiri bahwa aku bisa meraih cita cita ku
Karna tanpa kasih sayang mu
Jadi apakah aku, Ibu?
Sebuah cita cita
Sebuah mimpi
Kau mungkin berkata "dirimu gila!"
Jika kau tau apa maksud ku
Tampak nya tiada batas untuk meraih sebuah mimpi
Namun mengapa ada hambatan sana sini?
Entah tidak disetujui oleh orang tua
Atau dianggap konyol dan buang buang harta
Kau bilang aku harus bisa berkarya
Namun kau anggap hasil ku sia sia
Kau bilang ini hidup ku
Namun kenapa aku harus jalani mau mu?
Aku tahu maksud mu ingin menjaga ku
Aku tahu kau ingin yang terbaik untuk ku
Tapi apakah salah jika aku ingin mengejar mimpi gila ku?
Aku ingin kau percaya pada ku
Aku ingin kau mendukung segala langkah ku
Aku ingin kau yakini diri ku dan diri mu sendiri bahwa aku bisa meraih cita cita ku
Karna tanpa kasih sayang mu
Jadi apakah aku, Ibu?
Saturday, October 22, 2011
Rindu
Waktu menunjukan pukul 6:35
-nabillautami 22/10/2011
Ku terlentang diatas kasur dengan pikiran ku terbenang di udara
Tanpa sadar aku pun bernostalgia
Teringat sewaktu kita muda dan mabuk asmara
Apakah kau ingat disaat kita berbaring di bawah sinar bulan?
Bersama cahaya malam dan kelipan bintang
Malam itu terasa sungguh menakjubkan
Kami bermain di dunia tanpa lawan
Namun sekarang ku hanya bisa duduk terdiam
Ku memandang jauh ke matahari yang telah terbenam
Merasakan genggaman tanganmu yang kini ku rindukan
Warna langit biru berubah menjadi jingga
Indah nya melebihi luar angkasa
Namun sekarang ku hanya bisa duduk terdiam
Ku memandang jauh ke matahari yang telah terbenam
Merasakan genggaman tanganmu yang kini ku rindukan
Warna langit biru berubah menjadi jingga
Indah nya melebihi luar angkasa
Aku pun hampir meneteskan air mata
Jika teringat disaat - saat kita bercanda tawa
Karena semua itu telah tiada
Sungguh ingin aku menggapai diri mu
Memelukmu penuh rindu
Namun aku dan kau sudah tak sama
-nabillautami 22/10/2011
Thursday, October 20, 2011
Athena & Raharsya II
Siapa menyangka
Dua hati yang telah pisah
Dapat bersatu dalam cinta
Seperti kisah Athena dan Raharsya
Berakhir pahit dan terpecah
Tanpa akhir mereka berpisah
Karena kebesaran ego raharsya
Hati Athena pun terpatah
Namun pada suatu saat
Mereka bersatu kembali
Perasaan lama datang cepat
Apakah itu cinta sejati?
Tiap hari terasa begitu indah
Hari - hari Athena selalu cerah
Tiap saat menjadi terang
Raharsya pun teramat senang
Kata orang, cinta yang berawal meriah
Akan berakhir pahit sangat
Kisah Athena Raharsya pun berbelok arah
Kebahagiaan mereka berakhir sudah
Kangen datang, bosen pergi
Athena menangis dengan penuh emosi
Raharsya yang nampaknya selalu ada
Menghilang tanpa kata - kata
Tapi apa boleh buat?
Mereka memang butuh waktu sendiri
Mungkin suatu saat
Mereka akan berjumpa lagi
"Ada bagian kecil diriku
Yang tak akan melepaskan mu
Kau akan selalu ku ingat
Engkaulah kenangan terindah ku"
Ucap Athena pada Raharsya
Sejenak mereka berdua diam tak bersuara
Lalu berpisah untuk selamanya
Kisah Athena dan Raharsya
Telah berakhir tanpa kata kata.....
Puisi oleh: NabillaUtami
Dua hati yang telah pisah
Dapat bersatu dalam cinta
Seperti kisah Athena dan Raharsya
Berakhir pahit dan terpecah
Tanpa akhir mereka berpisah
Karena kebesaran ego raharsya
Hati Athena pun terpatah
Namun pada suatu saat
Mereka bersatu kembali
Perasaan lama datang cepat
Apakah itu cinta sejati?
Tiap hari terasa begitu indah
Hari - hari Athena selalu cerah
Tiap saat menjadi terang
Raharsya pun teramat senang
Kata orang, cinta yang berawal meriah
Akan berakhir pahit sangat
Kisah Athena Raharsya pun berbelok arah
Kebahagiaan mereka berakhir sudah
Kangen datang, bosen pergi
Athena menangis dengan penuh emosi
Raharsya yang nampaknya selalu ada
Menghilang tanpa kata - kata
Tapi apa boleh buat?
Mereka memang butuh waktu sendiri
Mungkin suatu saat
Mereka akan berjumpa lagi
"Ada bagian kecil diriku
Yang tak akan melepaskan mu
Kau akan selalu ku ingat
Engkaulah kenangan terindah ku"
Ucap Athena pada Raharsya
Sejenak mereka berdua diam tak bersuara
Lalu berpisah untuk selamanya
Kisah Athena dan Raharsya
Telah berakhir tanpa kata kata.....
Puisi oleh: NabillaUtami
Saturday, October 8, 2011
Jakarta
Berhalusinasi
Berteduh Bermimpi di bawah langit ibu kota Para pemimpin masa depan Berbaring diantara dedaunan Menyatakan keliruan akan hilang nya "bapak kota" Siapakah dia? Segelintir orang bertanya Mencari jawaban akan pertanyaan yang tak ada logika Keadilan di tangan siapa? Bukankah rakyat berkuasa? Apa hanya petinggi negara? Waktu pun habis Hilang terjebak kemacetan Tapi apa boleh buat, kita hanyalah rakyat jelata Hanya bisa bermimpi, Jakarta oh Jakarta Nabilla Utami 8June2011 |
Athena & Raharsya
Athena & Raharsya
Puisi oleh: Nabilla Utami
Suatu hari pada bulan Maret tahun 2005
Terlihat sesosok gadis duduk di rerumputan taman kota
Sedang memakan apel dan membaca buku karangan Andrea Hirata
Gadis tersebut bernama, Athena
Melainkan di suatu sisi lain dari kota ini
Sisi yang tak begitu elok
Terlihat seorang pemuda pemetik buah
Sedang berisitirahat di antara hirupan udara tak segar
Pemuda itu bernama, Raharsya
Pada suatu sore yang indah di sekitar pantai
Terlihat suatu adegan yang tidak menyenangkan
Dimana sepasang kekasih sedang mengalami pertengkaran
Yang berakhir dengan seorang perempuan nangis tersedu diatas bangku
Perempuan itu Athena
Berjalan di tepi pantai, membasahi kaki nya
Terlihat sosok Raharsya sedang bersantai
Namun, terdengar lah tangisan gadis patah hati
Melihat apa yang sedang duduk bersedu
Raharsya mencoba untuk membantu
Kedua orang asing ini langsung jatuh cinta seketika
Athena tidak dapat menahan dirinya
Karena Raharsya adalah tokoh yang menawan
Begitupun Raharsya, terperdaya oleh mata Athena yang sangat mempesona
Setelah itu, mereka pun tak terpisahkan
Seperti jodoh terlahir di surga
Kemanapun Athena pergi, selalu ditemani Raharsya
Seolah - olah seorang satria yang selalu menjaga putri raja
Seperti Raharsya yang berjanji untuk melindungi sang kekasih
Dari hati terluka
Namun dapatkah Raharsya menyelamatkan kekasihnya
Dari tingkah laku dia sendiri
Yang dapat meruntuhkan jiwa sang pacar?
Tanpa disadari hati Athena pun tersayat – sayat
Hari – harinya selalu penuh dengan kemurungan
Teman nya pun mulai khawatir
Sosok Athena yang periang hilang dalam seketika
Yang dinamakan ‘terjatuh’ pasti berujung dengan ‘terluka’
Athena telah terjatuh dalam cinta Raharsya
Jatuh terlalu dalam dan tidak sadar akan suasana yang kian memburuk
Ucapan penuh emosi pun sering terdengar antara mereka
Tapi tiap pertengkaran selalu dimenangkan oleh Raharsya
Bahkan ketika kebenaran berpihak pada Athena
Tidak sanggup atas ketidak adil-an Cinta
Tidak sangguplah Athena atas tingkah pacar nya
Raharsya hanya bisa memberi nya kata-kata kekerasan dan ancaman kosong
Perasaan Athena pun kian mencampur aduk
Ia bingung, atas tindakan yang harus diambil
Ia terluka bagaikan ada pisau baja di tenggorokan nya
Tetapi waktu tidak kenal patah hati
Hari – hari pun berlalu
Malam berganti pagi
Ombak, pasang surut
Seperti kehidupan Athena yang naik turun
Perlahan, Athena pun membaik
Sulit pada awalnya
Dan tak pernah menoleh kebelakang
Hidup nya pun terus mengalir bagaikan air di sungai
Kadang terhambat oleh beberapa batu
Tetapi pada ujungya, batu itupun terlewatkan oleh nya
Kadang kala, Athena pun bertemu Raharsya
Athena berkedip senyum
Dan Raharsya membuang muka
Athena masih menangkap napas ketika melihatnya
Tetapi ia tahu bahwa masa depan nya bersama cinta lain tak akan datang
Jika dia masih terperangkap dalam kenangan masa lalu
Lalu Athena hanya menggeleng,
Mengambil buku karangan Andrea Hirata nya,
Menghabiskan buah Apel terakhirnya
Membersihkan diri dari rumput – rumput taman kota
Tersenyum kepada masa lampau nya
Dan berpaling menuju yang akan datang.
Subscribe to:
Posts (Atom)